No Cheat for UN 2014


Yap Yap Yap ... Kalau dihitung-hitung nih, hari ini (9/4) countdown UN udah berkurang menjadi 5. Setelah pesta rakyat pemilu sukses digelar KPU pada hari ini, tanggal 14-16 April nanti giliran kemendikbud yang ikut andil dalam memeriahkan bulan April. 5 hari lagi, kemendikbud akan menggelar Ujian Nasional tingkat SMA/MA/SMK dan sederajat. Setelah berbulan-bulan menyiapkan semuanya, UN siap digelar. Ngomong-ngomong tentang UN ini ada pernak perniknya lho... yang mungkin kalian udah lupa atau gaktau. Mau tau? Let's Go...

1. UN 2013
Yang pertama dari UN 2013. Yaps, ada yang masih inget UN tahun kemarin dengan berbagai intrik dan polemiknya? Yang paling berkesan mungkin sih, Ujian Nasional yang digelar tidak serentak se-Nasional. Padahal kan dari namanya aja Ujian Nasional, harusnya kan digelar serempak se-Nasional. Ada apa sih? Tahun kemarin, UN sempat mengalami kendala teknis sehingga di berbagai daerah di Indonesia UN digelar 2-3 hari lebih lama dari waktu yang ditetapkan. Salah satu penyebabnya adalah terkendalanya pengiriman soal-soal UN dari pusat ke daerah-daerah terpencil. Tercatat ada 11 provinsi yang harus menggelar UN tidak bersamaan dengan provinsi lain. 

Soal UN pada tahun itu memang sedikit beda. Selain terdiri dari 20 paket, pencetakannya dipusatkan di Jakarta yang tahun sebelumnya dilimpahkan ke daerah masing-masing. Bermaksud ingin mengurangi kecurangan dan kebocoran soal, percetakan pusat kewalahan mencetak soal-soal UN. Menurut mendikbud (sumber:SINDO) ada 6 perusahaan yang diberikan kepercayaan untuk mencetak soal tersebut, 5 perusahaan menyelesaikan tugas dengan normal, namun ada satu yang mengalami keterlambatan. Hal ini yang membuat pengiriman soal UN sangat mepet dengan hari-H. Hal ini sangat disesali peserta UN yang pada hari-H sudah menyiapkan segala sesuatunya. Kita tunggu apakah keterlambatan pengiriman soal UN akan menjadi opini publik di tahun ini? Semoga tidak.

2. Sistem Barcode
Hal menarik lain dari UN tahun kemarin dan tahun ini adalah penggunaan sistem barcode. Yaps, walaupun terdapat 20 paket soal disetiap mapelnya, tetapi kode paket tersebut menggunakan barcode. Ada yang tau barcode? Barcode berupa garis tebal tipis yang biasa kalian temui di kemasan makanan atau minuman. Biasanya barcode ini dimanfaatkan oleh swalayan-swalayan untuk memudahkan penghitungan harga makanan yang dibeli. Dengan menggunakan sistem barcode ini, peserta UN tidak bisa saling mencocokkan paket soal mana yang sama dengan temannya. Masak mau ngapalin tuh garis tebal tipis. Bisa-bisa malah kehabisan waktu cuman buat ngapalin barcode. Selain Paket Soal, Lembar Jawab juga menggunakan barcode yang sesuai dengan paket soalnya. Jadi tuh, Lembar Jawabnya nempel satu bandel dengan Soal. So, kalau LJK kalian rusak, dan harus minta ganti, kalian juga harus ganti soal. Sayang kan. Makanya berhati-hati dalam mengurek-urek pilihannya (jangan dicoblos yak...!!!)
Contoh Barcode dalam Soal Ujian Nasional
3. Kecurangan
Zaman sekarang memang susah lepas dari namanya kecurangan dan sejenisnya. Hal yang sama juga menimpa UN. Masih banyak oknum oknum yang melanggar nilai-nilai kejujuran. Ada banyak kecurangan yang terjadi setiap UN digelar. Salah satunya adalah adanya jual-beli "kunci jawaban" kepada peserta. Dan anehnya terkadang sekolah pun membolehkan dan adapula yang mewajibkan siswanya untuk membeli barang haram tersebut. Pembekalan materi yang kurang jadi alasan mereka untuk mengambil jalan pintas dengan menggunakan "kunci jawaban" tersebut. Pernah terbesit benak pertanyaan dalam diriku, "seberapa besar isi kunci jawaban tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya? Lalu dapat darimana kunci itu?" Yah gimana lagi, kalau gurunya aja sudah mempersilahkan, berarti kontrol sosial sudah lepas, sehingga mereka tak ada lagi yang melarang. 

Kalau itu dari pihak siswa, ada yang lebih menjengkelkan. Mungkin kalian tahu, kalau setiap sekolah akan mendapat 1 bandel paket Soal Cadangan, yang secara tidak langsung boleh dibuka kapanpun dan dimanapun. Sumber yang aku dapatkan, Soal Cadangan tersebut juga dimanfaatkan untuk berbuat curang oleh beberapa sekolah. Rentang waktu pengambilan paket dari dinas setempat dengan waktu pelaksanaan sekitar kuranglebih 1 jam setengah, dimanfaatkan oknum guru tersebut untuk mengerjakan soal cadangan tersebut dan kemudian jawabannya dibagikan ke siswa. Sungguh cara yang licik. Yah mungkin ini sedikit koreksi untuk kementerian pendidikan dan kebudayaan, yang seharusnya lebih ketat mengawal distribusi soal UN agar tidak terjadi kecurangan seperti itu.

Jika kecurangan tetap terjadi dalam UN tahun ini, maka hakikat dan tujuan penyelenggaraan UN telah gagal. Tujuan digelarnya UN kan mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi atau pelajaran yang telah diajarkan selama 3 tahun. Selain itu juga untuk mengukur indeks intelektualitas SDM Indonesia. Jika hasilnya aja tidak kredibel dan penuh dengan kecurangan, kapan Indonesia bisa maju? Bisakah Indonesia maju dengan generasi yang mengedepankan sebuah "NILAI" dibanding dengan sebuah "KEJUJURAN"? Jika memang nilainya jelek, berarti pendidikan Indonesia harus diperbaiki. Tapi jika hasilnya di"bagus-bagus"kan, gimana kita mau ngukur seberapa baik pendidikan di Indonesia. #NoCheatForUN2014

4. UN 2014
Dan untuk tahun ini, Ujian Nasional tetap digelar ditengah ribuan intrik dan polemik yang menyertainya. Hanya UN SD yang dihapuskan dengan pertimbangan faktor psikologis yang terlalu kecil. 5 hari lagi UN digelar untuk tingkat SMA. Sedangkan untuk tingkat SMP akan digelar pada 5 Mei nanti. Hehe... Aku bahas UN SMA aja yah...

Satu hal yang menarik dari UN 2014 adalah disertakannya hasil UN untuk menjadi pertimbangan seleksi PTN (SNMPTN). Karena itu juga, PTN juga ikut andil dalam pembuatan soal-soal UN. Ya mungkin tingkat kesulitannya akan sedikit bertambah dibanding dengan tahun sebelumnya. Selain itu, UN kali ini hanya akan digelar 3 hari atau berkurang 1 hari dari tahun sebelumnya. Dengan kata lain akan ada 6 mata pelajaran yang akan diujikan dalam 3 hari tersebut. Tantangan terbesarnya adalah dihari kedua ketika mapel Matematika harus dijodohkan dengan mapel Kimia. Keduanya yang merupakan mapel eksak agak membuat ketar-ketir peserta. Alhamdulillah persiapan yang dilakukan sebelum hari H sangat optimal untuk menyikapi hal tersebut.

Yaps... UN tinggal menghitung hari. Pemilu aja lancar, UN pasti harus lebih lancar. Buat teman-teman pembaca yang juga mau UN, tetap jaga kondisi fisik dan mental yaps. Yang terpenting sekarang adalah mengendalikan psikologis kita agar tetap kondusif sampai hari terakhir UN. Buang semua pikiran yang tidak perlu, biarkan pikiran ini spesial service khusus buat UN. Selain itu, imbangilah dengan terus berdoa. Karena tanpa doa, usaha kita tak kan berarti apa-apa. Bismillah... 
SUKSES UN 2014 !!! SEMANGAT !!!

Komentar

Postingan Populer