Sebuah Kehormatan Bukan Hanya Sekadar Pengorbanan
Hay guys... Ketemu lagi nih setelah lama tak berjumpa. Sekedar mau sharing pengalaman di kegiatan Matrikulasi Prabidikmisi ITB 2014 nih. Spoiler aja matrikulasi disini merupakan kegiatan pembinaan karakter bagi Calon Mahasiswa Penerima Bidik Misi ITB 2014. Acaranya kereen banget pokoknya... Check it out!
![]() |
| Kelompok Kak Elga - Pra Acara di Albar, Matrikulasi PraBM 2014 |
Acara ini diadakan selama satu bulan penuh yang dimulai sejak registrasi ulang SNMPTN pada tanggak 17 Juni hingga 18 Juli. 1 bulan ini kami sungguh-sungguh dibina dari segi rohani, jasmani, akademik, dan lain lain. Pokoknya rugi deh kalo gak dinikmatin. Sesuai dengan tema Matrikulasi yakni "Selamat Menikmati Indahnya Perjuangan". Perjuangan ini harus kita nikmati semaksimal mungkin. Tak ada keluh kesah, tak asa rasa takut, manja, atau apapun yang menonjolkan sifat kekanak-kanakan.
Bicara "kekanak-kanakan" jadi inget film "you're the apple of my eyes". Akibat sifat kekanakannya si cowok (aku lupa namanya) diputusin ma Pacarnya. Huuh... So, jangan sampai hanya karena sifat kekanakan ini kita juga diputusin oleh Universitas.
Acara matrikulasi ini sangatlah menarik dengan begitu banyak kegiatan kegiatan yang inspiratif dan memotivasi kita untuk semangat dalam menempuh pendidikan di ITB. Tak peduli latar belakang kita yang bermacam-macam suku dan agama, serta berasal dari keluarga tak mampu. Acaranya antara lain berupa presentasi para dosen tentang hal hal mengenai ITB, talk show dengan para tokoh, kegiatan-kegiatan yang mempererat persatuan kelompok, dan acara kerohanian di bulan puasa ini.
Sedikit sharing aja, awal kegiatan ini banyak dari kami yang rindu dengan orang tua. Dan bahkan ada yang sampe terkena homesick, kejang-kejang dan demam tinggi. Proses adaptasi di kota Bandung memang tak mudah. Apalagi kami di karantina di sebuah asrama yang letaknya di atas sebuah bukit. Suhu dingin di pagi hari dapat mencapai 16 derajat dan ketika siang hari bisa mencapai 32 derajat. Rentang suhu yang cukup jauh dapat membuat orang dengan imunitas tak baik dapat terserang demam. Tak hanya itu, angin lembah juga menjadi lawan kita ketika petang datang menjelang yang membuat perutku masuk angin. Para tutor pun mewajibkan kami memakai jaket ketika berkegiatan malam.
Satu hal yang paling menarik dari hari hari pertama matrikulasi, aku dan teman-teman merasa sangat kangen dengan keluarga. Banyak malah yang tiap malem masih sering telpon dengan orang tua nya. Tapi setelah mendapat motivasi dari bapak bapak dosen, kami sadar bahwa disini kami adalah orang orang yang sanagt beruntung. Kami hanya 500 anak yang mendapat kesempatan berharga bersekolah di ITB dan sekaligus mendapat beasiswa bidik misi. Tak hanya itu, kami juga sangat beruntung karena hanya ITB, satu2nya PTN yang mengadakan kegiatan pembekalan karakter bagi anak anak Bidik Misi. Boleh dikatakan kami telah mencuri start karena kami diperkenalkan dengan lingkungan dan karakter perkuliahan di ITB, tempat tempat penting di Bandung, dan adaptasi lainnya yang membuat kami lebih siap dari maba maba lainnya.
Abah Iwan ketika mengadakan konser spesial bagi mahasiswa BM kemarin mengatakan bahwa kami anak-anak penerima beasiswa BM janganlah jadi seorang pegecut. Semakin rindu kalian dengan tempat asal kalian, jadikanlah sebagai motivasi belajar di ITB. Kita disini diberikan sebuah "kehormatan" dari seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya sebuah perjuangan pribadi. Berjanjilah ketika kita pulang nanti, kita akan mensejahterakan masyarakat Indonesia secara vertikal agar bersaing dengan negara negara seperti layaknya Amerika. Ayo kawan kawanku, jaga kehormatan ini. Jadikan pelecut semangat belajar kita. Atas nama bangsa Indonesia, kita bersyukur bisa berdiri tegak di kampus tercinta ini dan berjanji akan memberikan perubahan kepada Bangsa Indonesia.
"…Selamanya Mentari akan tetap menyala di sini, di dalam hatiku..."



Komentar
Posting Komentar