Semua Ini Hanya Spekulasi
Hay Sobat, Gimana kabarnya nih ...
Tau gak sobat, beberapa hari ini, duniaku penuh dengan soal-soal yang selalu membuat otak kecilku stress dan penat. Yah begitulah akhir musim kelas3 selalu diwarnai dengan Ujian dan TO. Kalau kalian ngeliat kalender bulan Maret ku, penuh dengan catatan, coretan, daaaaan jadwal TO dan Ujian. Tapi tak apalah, dunia yang indah adalah dunia yang penuh dengan ujian yang penuh dengan spekulasi.
Dunia ini semakin hari semakin penuh spekulasi.
Menghilangnya MH-370 jadi warna tersendiri dibalik ribuan spekulasi. Sungguh aneh memang, pesawat buatan Amerika yang super canggih seketika menghilang bak ditelan Monster Laut Cina Selatan. Seminggu berlalu tak ada kepastian, tim pencari tak satupun menemukan tanda-tanda kehidupan. Secara geografis, Laut Cina Selatan sangatlah dalam, radar secanggih apapun tak sanggup mendeteksi MH-370 jika terjatuh di palung-palung yang menghias Laut Cina Selatan. Kontroversial memang, Satelit yang bisa jadi pemecah masalah belum sedikitpun dikerahkan. Hanya belasan Kapal Perang dan Pesawat Tempur yang lalu lalang mencari bongkahan demi bongkahan.
Menghilangnya MH-370 jadi warna tersendiri dibalik ribuan spekulasi. Sungguh aneh memang, pesawat buatan Amerika yang super canggih seketika menghilang bak ditelan Monster Laut Cina Selatan. Seminggu berlalu tak ada kepastian, tim pencari tak satupun menemukan tanda-tanda kehidupan. Secara geografis, Laut Cina Selatan sangatlah dalam, radar secanggih apapun tak sanggup mendeteksi MH-370 jika terjatuh di palung-palung yang menghias Laut Cina Selatan. Kontroversial memang, Satelit yang bisa jadi pemecah masalah belum sedikitpun dikerahkan. Hanya belasan Kapal Perang dan Pesawat Tempur yang lalu lalang mencari bongkahan demi bongkahan.
Di belahan dunia lain turut andil menambah warna-warni spekulasi. Pendudukan Rusia atas wilayah perbatasan Ukraina-Rusia, Crimea menjadi polemik tersendiri. Dua Blok besar semasa Perang Dunia II kembali bertengkar. Kebijakan sewenang-wenang Barat membangun pangkalan rudal di wilayah Ukraina menyulut sumbu panas. Kremlin yang merasa Ukraina masih termasuk dalam member CIS (Comenwealth of Independent States = Organisasi bekas Blok Timur) mengkudeta pangkalan rudal itu dan mereferendurm Crimea. Alhasil, dua sumbu telah menyala dan sewaktu-waktu siap meledak dan bukan tidak mungkin akan menyalakan sumbu-sumbu lain.
Dua warna spekulasi ini mungkin jadi berita hangat yang terkadang juga membosankan, seperti otak kecilku sekarang. Spekulasi sangat berbahaya memang, jika tak diimbangi dengan bukti, hanya sekadar opini para pemberi janji. Spekulasi kali ini sangat jauh diatas ambang normal. Semua opini hanya omong kosong. Semua berebut mencari simpati dan empati, tanpa memikirkan akibat yang terjadi. Semua opini bak kicauan burung kenari yang tak pernah berhenti. Iya nyaring memang, tapi tak ada sedikitpun arti. Mungkinkah opini opini ini akan berhenti? atau akan terus menambah warna spekulasi di kemudian hari?
Bagi yang sekadar mendengar opini tanpa memikirkan makna tersirat dari opini, mereka akan gembira, terbang, melayang, dan bahkan jatuh ke bulan. Opini terkadang menggairahkan tapi ternyata bisa menjatuhkan. Berhati-hatilah dengan opini yang selama ini beredar dan bersembunyi dibalik rimbunan spekulasi.
Mungkin aku salah satu yang terjebak dengan opini. Aku pikir apakah aku salah masuk? Aku baru sadar aku terlalu jauh meninggalkan garis finish dan terjebak dalam Zona Bahaya ini. Aku terkurung dalam Bunker Panas yang membuatku muak. Aku terlalu muak bersembunyi menahan suara hanya mempertahankan seonggok kejujuran. Kejujuran yang mungkin hanya dianggap sebagai gurauan anak kecil. Haruskah aku menjadi Shinichi Kudo seperti dalam serial Konan. Mengungkap satu demi satu opini yang hanya spekulasi ini. Aku butuh lebih dari sekedar motivasi. Okelah MH-370 sudah menjadi misteri, begitupula dengan Crimea yang nasibnya jatuh di dua hati. Aku tak mau menjadi salah satu dari dua opini itu. Aku butuh cahaya yang menerangi jalanku menempuh lorong-lorong penuh spekulasi ini. Aku ingin menemukan secercah bintang yang mengatakan jawaban dari spekulasi yang terus bersembunyi.
Aku tak tahu kapan aku akan memulai keluar dari Bunker Panas ini dan memberanikan diri melangkahkan kaki ke arah bintang itu. Mungkinkah semua ini hanya bagian dari spekulasi? Ataukah bagian lain yang aku belum kuketahui... Entahlah semua ini hanya SPEKULASI.
"Aku tahu ada bintang di ujung jalan yang penuh dengan spekulasi ini"



Komentar
Posting Komentar