Kejujuran, Nilai yang Terancam Punah.

Semangat Pagi bro ...
Gimana nih kabarnya? Selalu jaga kesehatan yak, musim kayak gini tuh banyak yang kena penyakit, maklum daya imunitasnya menurun.

Ehm bicara musim, mungkin akhir-akhir ini menjadi musim terburuk bagi para koruptor. Bagaimana tidak, beberapa bulan terakhir KPK gencar memberantas korupsi, sampai-sampai Anggoro W yang berada di Luar Negeri berhasil ditangkap oleh KPK bekerja sama dengan Interpol. Dan banyak lagi para koruptor yang ketangkap basah, mulai dari pimpinan MK sampai penguasa Dinasti Banten.

Ya... Sekarang koruptor sudah menjadi hal yang biasa. Bukan lagi hal yang tabu atau ditakuti oleh para pejabat. Tingginya jabatan pada saat ini sangat rentan dengan praktek KKN. Kalau bicara koruptor, kita juga pasti akan menyinggung tentang KEJUJURAN. Agak aneh rasanya, negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila yang salah satu nilainya adalah kejujuran, kali ini begitu rapuh dengan godaan setan hingga kejujuran mulai ditinggalkan. Nilai-nilai kejujuran yang seharusnya bisa membangun Indonesia lebih maju, kini mulai ditinggalkan penghuni-penghuninya. Walaupun tidak menutup mata, memang masih ada penghuni yang setia dengan kejujuran. Tapi, sedikit banyak kejadian-kejadian ini membuktikan kalau nilai kejujuran telah lengser dari kedudukan tertingginya.

Sebenarnya apa yang salah dengan Kejujuran?  Sejenak kita menengok ke sistem Pendidikan Indonesia yang menjadi tiang penyangga kepribadian bagi para penghuninya. Sebelum diadakannya Kurikulum 2013, sistem pendidikan Indonesia sangatlah kurang dengan pendidikan moral dan karakter. Selama 12 tahun anak-anak Indonesia (dari SD - SMA) lebih banyak mengonsumsi pendidikan eksak ketimbang pendidikan moral seperti agama dan lain-lain. Pendidikan moral sepatutnya didapatkan oleh mereka. Percumalah mereka menguasai segala jenis pendidikan eksak tapi tak sedikitpun hati mereka memiliki moral yang baik. Orang yang jenius tapi tak memiliki iman (moral) pasti akan mudah tergoyahkan dari nilai-nilai kebenaran.

Pendidikan moral seharusnya bisa mereka dapatkan dari mata pelajaran Agama atau PKn. Namun, durasi waktu mapel-mapel tersebut hanya 2 jam dalam seminggu. Sangat-sangat kurang dibanding dengan pelajaran eksak yang bahkan menyampai 5 jam seminggu.

Alhamdulillah sekarang telah muncul Kurikulum 2013 yang sangat menjunjung tinggi nilai dan karakter bangsa Indonesia. Pada kurikulum terbaru ini pendidikan moral dan karakter mendapat porsi jam yang lebih banyak dari kurikulum sebelumnya. Memang tujuan utama dari Kurikulum ini adalah membina generasi muda Indonesia menjadi generasi emas di masa depan.

Tak ada kata terlambat, jika kita mau bahu membahu mengembalikan kejujuran ke kedudukannya. Kembali melestarikannya sehingga dapat keluar dari daftar 'nilai yang terancam punah'. Jika bukan kita, lalu siapa lagi? INDONESIA butuh kejujuran kita!!!

Komentar

Postingan Populer