Pekalongan Tenggelam

Cuaca buruk yang melanda sebagian wilayah Indonesia tampaknya belum segera berakhir. Data dari BMKG, musim penghujan akan terus berlangsung hingga bulan Februari mendatang. Selama bulan Januari saja, telah terjadi 91 bencana alam di Indonesia dan data terbanyak berasal dari bencana banjir. Manado merupakan salah satu wilayah terparah akibat banjir bandang yang melanda kamis kemarin (16/1). Hampir 75% kota Manado terendam oleh banjir kiriman dari Tomohon serta intensitas hujan yang cukup tinggi. Begitu halnya dengan Jakarta yang masih berkutat dengan banjir tahunannya. Hal yang sama juga terjadi di kota Pekalongan yang selama 3 hari terakhir diguyur hujan deras. Alhasil 24 dari 47 kelurahan di Pekolangan terendam banjir.


Hujan yang mengguyur Pekalongan selama 3 hari terakhir membuat sebagian wilayah kota Pekalongan tenggelam. Jalan-jalan utama Pekalongan terendam banjir sehingga membuat akses publik terhambat dan bahkan dibeberapa putus karena ketinggian air hampir 1 meter. Dari sumber yang kami dapatkan ada beberapa titik dimana sampai saat ini akses jalan tidak bisa dilalui, antara lain : Jalan Banyurip (depan Pasar), Jalan Jlamprang, Jalan Truntum, Jalan W.R Supratman (utara), dll. Ketinggian air juga membuat beberapa pemukiman warga terendam banjir. Sore tadi, air kiriman dari hulu sungai yang berada di Talun menambah volume air didaerah Pekalongan Utara. Hampir seluruh kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara tenggelam. Bahkan di beberapa tempat, banjir telah merendam pemukiman selama 2 hari. Tak hanya itu, sejumlah Perumahan elit di Pekalongan ikut terendam. 


Genangan air 15-30cm menggenangi Jalan Jlamprang /Rudy/
Beberapa instansi pemerintahan dan pendidikan diliburkan akibat kejadian ini. Salah satu sekolah yang memulangkan para siswanya adalah SMP N 1 Pekalongan. Menurut informasi yang kami terima, para guru yang mengajar tidak bisa hadir di sekolah akibat banjir yang melanda pemukimannya. Sekolah yang tak kalah parah bahkan mungkin telah menjadi lautan, SMA N 2 Pekalongan. Letak sekolah yang dekat dengan pantai ini udah sering menjadi langganan banjir atau rob. Namun, masih banyak instansi yang tetap beroperasi di tengah derasnya hujan dan tingginya air yang menggenang.

Banjir yang melanda Pekalongan ini sudah menjadi langganan ketika musim penghujan datang. Intensitas hujan yang cukup tinggi dan berhari-hari menjadi salah satu sebabnya. Kota Pekalongan sendiri berada di pesisir utara Pulau Jawa dengan rata-rata ketinggian permukaan tanahnya 1 meter diatas permukaan laut. Hanya 1 meter diatas Laut Jawa. Volume yang terus bertambah tak mampu dibendung beberapa sungai yang ada di Pekalongan. Selain itu, kebiasaan buruk warga membuang sampah di saluran air juga jadi salah satu sebabnya. Alhasil, Kota yang terkenal dengan batiknya ini tenggelam.

Dari data BMKG pada 18 Januari 2013 (17.29 WIB), kota Pekalongan masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang di pagi hari ini, dengan suhu udara 24-30 derajat celcius. Bukan tidak mungkin ketinggian air di hari Minggu ini akan kembali naik. Untuk itu, dihimbau untuk warga Pekalongan khususnya, agar tetap waspada dan berhati-hati jika sewaktu-waktu ketinggian air kembali naik. Dan selalu membawa payung atau jas hujan dan alat-alat penting saat berkendara.

Komentar

Postingan Populer